13 February 2018

Menulis Dengan Hati Atau Menulis Dengan Aturan?


Hallo Ibu Pintar, Kali ini saya ingin membahas tentang menulis. Aku suka menulis sesuai dengan apa yang kurasakan dan apa yang kupikirkan, dan tentu saja sesuai dengan keinginanku. Berawal saat masih SMP, memulainya dengan cerita tentang hari-hari yang kulewati. Membeli permen kesukaan dengan kakak. Perselisihan dengan teman di Sekolah. Suka duka saat sekolah sampai hal-hal kecil yang tak penting. Semuanya kutulis dengan hati di selembar kertas yang kemudian ku remas dan membuangnya kesampah. Menulisnya juga tanpa aturan tentang tata cara menulis yang baik. Aku hanya ingin menulisnya.
Dari SD kita sudah belajar tentang menulis yang benar dan baik. Tentang essai sebagai tugas sekolah. Kita menulisnya karena itu tugas dari sekolah. Mengarang tentang apa yang kita lakukan saat liburan. Diawali dengan membuat paragraf dan baru meniliskannya sesuai dengan paragraph yang sudah kita buat sebagai panduan  dan garis besar dari tulisan yang kita buat. Aku adalah orang yang paling sulit untuk membuat paragraf tersebut. Aku lebh suka menulis sebuah karangan dulu baru kemudian membuat paragrafnya. Sesuatu yang sangat salah. Tapi itulah aku.
Aturan menulis sangat penting bagiku sekarang untuk membuat tulisanku lebih teratur dan tentunya menjadi benar saat orang-orang membacanya. Aturan-aturan seperti ejaan, besar huruf, jenis huruf, besar spasi. Selain itu tentunya tulisan juga banyak macamnya, ada artikel, berita, resensi, cerpen, cerbung sampai novel semuanya punya aturannya sendiri.
Judul, adalah hal yang sangat penting dalam sebuah tulisan. Judul merupakan awal dari ketertarikan orang untuk membaca tulisan kita. Bila judul kita menarik dan membuat orang penasaran maka orang akan membaca tulisan kita selanjutnya.
Oleh karena itu Ibu Pintar, Aku menulis dengan hati dan sekarang memulainya untuk menulis dengan aturan yang sudah ditetapkan. Tulisan yang kutulis biasanya berakhir di tong sampah, sekarang aku ingin menyimpanya. Adakah orang yang akan membacanya atau tidak? Itu tidak menjadi masalah penting bagiku karena Aku hanya ingin menulis dengan hati dan benar.

Ratna SMadjid, 13 Februari 2018